Published On: Sun, Jun 2nd, 2013
Uncategorized | By admin

Yuk, Menengok Sejarah Lahirnya Pancasila

Share This
Tags

Masih ingat Pancasila? Irvan Tandilintin mengajak kita menengok Sejarah lahirnya Pancasila.

Tanggal 1 Juni 2013 kembali kita memperingati hari lahirnya pancasila. Kata pancasila merupakan kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Bahkan sejak duduk di dalam bangku sekolah dasar kita sudah diajarkan bahkan guru-guru kita menyuruh untuk menghapal lima butir isi dalam pancasila itu.

Seperti yang kita ketahui bahwa Kata pancasila berasal dari bahasa sansekerta yakni “panca” yang artinya lima dan “sila” yang artinya prinsip atau asas. Jadi jika diartikan keseluruhan dari kedua kata ini maka “Pancasila” merupakan lima pedoman dasar dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara bagi semua rakyat indonesia. Lima asas itu diantaranya Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jika kita menyimak baik secara seksama isi dari lima butir asas negara kita ini sungguh pemaknaanya sangat luar biasa baik, nilai-nilai yang terkandung didalamnya sangat memperlihatkan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia itu sendiri sejak dulu.

Bahkan, pemimpin umat katolik Paus Yohanes Paulus II ketika berkunjung ke Indonesia pernah berujar bahwa jika Pancasila digunakan sebagai asas oleh negara-negara di seluruh belahan dunia yakinlah dunia akan hidup dalam kedamaian.
Kemudian jika kita melihat keadaan sosial masyarakat Indonesia sekarang ini apakah kita masih memegang teguh nilai-nilai atau falsafah hidup yang termuat dalam isi Pancasila itu sendiri??

Tapi sebelumnya saya akan mengajak anda semua untuk kembali melihat kebelakang, melihat Sejarah yang bisa membuat mata kita terbuka lebar. Pada tanggal 28 Mei 1945 secara resmi dibentuklah “ Dokuritsu Junbi cosakai” atau yang kita kenal dengan nama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia.
Pada saat itu Jepang masuk dan ikut dalam perang dunia II dimana Jepang termasuk dalam blok sentral bersama Jerman dan Italia yang juga dikenal sebagai negara Fasis. Pada saat Jepang sudah berada dalam ambang pintu kekalahan maka Jepang menarik simpati bangsa Indonesia untuk membantu Jepang melawan tentara sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan kelak kemudian hari karena semakin terdesak oleh pasukan sekutu pada tanggal 29 April 1945 maka jepang memberikan Janji lagi yaitu kemerdekaan tanpa syarat kepada Indonesia. Maka dituangkanlah Janji itu kedalam Maklumat gunseikan (pembesar tertinggi sipil dari pemerintahan militer jepang jawa dan madura) yang dalam maklumat itu dimuat pembentukan BPUPKI yang bertujuan untuk menyelidiki hal-hal yang penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka.

jika kelak bangsa Indonesia sudah meneguhkan kemerdekaannya maka bangsa Indonesia sudah harus memiliki dasar negara untuk itu Pada sidang pertama BPUPKI 29 Mei – 1 Juni 1945 pokok pembahasannya adalah mengenai rancangan dasar negara. Pada sidang pertama inilah tercipta dan lahir Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dimana pada saat itu Sukarno membacakan pidato pada 1 Juni 1945. dimana pada saat itu ada beberapa tokoh yang mengutarakan serta memberikan pandangannya mengenai dasar negara ini diantaranya adalah Ir.Sukarno, Mr.Muh.Yamin, dan Dr. Supomo.

Mendengar kata Pancasila pasti pikiran kita tertuju pada lambang negara yang bergambarkan burung Garuda dan dicengkraman kakinya tertuliskan Bhineka tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu jua yang berasal dari kata dalam kitab sutasoma karangan Mpu Tantular. ini menandakan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang multi-kultural,multi-etnis,serta multi-agama. sekalipun berbeda tetapi tetap dalam persatuan yakni satu kesatuan sebangsa dan setanah air yang dipersatukan dengan bendera,mata uang, bahasa, lagu kebangsaan, dan lain sebagainya. Apabila saya bertanya siapa pencipta lagu kebangsaan Indonesia?? pasti secara beramai-ramai dan tanpa berpikir panjang kita menjawab W.R SUPRATMAN  tetapi jika saya bertanya siapa pencipta lambang negara (burung garuda)? Pastilah perlu beberapa waktu untuk memikirkannya bahkan tidak tahu sama sekali.

Lambang negara kita dirancang oleh SULTAN HAMID II dari Kesultanan pontianak sekalipun rancangannya tidak seperti sekarang ini tapi rancangannya merupakan cikal bakal lambang negara kita yang kita lihat sampai saat ini. Namanya tidak dicantumkan dalam penulisan sejarah pada masa orde baru dikarenakan Sultan Hamid II terlibat dalam kasus APRA Westerling sehingga beliau divonis 10 tahun penjara pada tahun 1953 dan grasinya ditolak presiden Sukarno. Yang terpenting adalah ada empat pihak yang berjasa dalam membuat lambang negara yakni pertama panitia Lencana Negara yang dibentuk 10 januari 1950 dibawah koordinator Sultan Hamid II, kedua adalah seorang pelukis bernama Basuki Resobowo yang sedikit menyempurnakan gambar lambang burung garuda. Dia juga adalah pemenang sayembara rancangan lambang negara,ketiga pastinya presiden sukarno yang menilai dan menentukan pada tahap akhir gambar mana yang dipilih sebagai lambang negara, dan pihak kempat adalah pelukis yang diminta bantuan sebagai konsultan yakni D. Ruhr Jr dan pelukis istana Doellah yang menggambar kembali lambang tersebut sebagaimana yang diminta presiden Sukarno.

Melihat keadaan negara kita pada saat ini yang biasa kita lihat dalam berbagai berita baik itu dari media massa dan elektronik, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah mulai luntur di dalam masyarakat kita itu dilihat dengan banyaknya kasus intoleransi antar umat beragama, kasus korupsi,kasus penghinaan kepada suatu etnis tertentu, kasus tawuran,serta kasus lainnya yang sudah melenceng pada nilai Pancasila yang diperjuangkan oleh para tokoh bangsa kita sejak dulu. Betul kata Sukarno yang mengatakan “ perjuangan saya lebih mudah karena hanya melawan penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

Perjuangan kita selanjutnya Sebagai generasi penerus sepatutnyalah kita menjaga dan memaknai kemudian mengaplikasikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara agar bangsa Indonesia kita ini dikagumi sekaligus diteladani oleh negara lain bahwa Indonesia mampu menjaga keharmonisan negaranya sekalipun berbeda Suku,Ras, dan Agama. Saya mengutip motto Tim sepak bola kesayangan saya yakni Arsenal yang mottonya berbunyi “Victoria Concordia Crescit” yang artinya kemenangan berasal dari sebuah keharmonisan. Kita akan kuat jika hidup berdampingan dengan harmonis tanpa memandang latarbelakang kita masing-masing. SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA.

Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila
Salama’
Irvan Tangdilintin

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site