Published On: Thu, Jul 26th, 2012
Uncategorized | By admin

Website Toraja Utara; Ketekunan Memelihara Apa Yang sudah Ada

Share This
Tags

Sebuah refleksi perjalanan 4 tahun Toraja Utara.

Wisatawan Asing umumnya mengakses informasi melalui situs di Internet. Daerah tujuan wisata, seperti Toraja Utara, semestinya memiliki website yang menyediakan informasi yang lengkap dan kontinue. Foto: ist

TCN.com — Satu hal yang saya pelajari dari kurang lebih 6 tahun menjadi “pangkambi” kerbau adalah “ketekunan”. Tidak pernah saya alfa membuka “bala” setiap pagi, dan mengantar kerbau masuk “bala” lagi setiap matahari terbenam. Tak peduli, hujan atau badai. Tak ada tanggal merah. Juga tak ada hari Minggu.

Kalau saja mereka yang mengurus website pemda toraja utara, yang bukan main bagus dan memakan banyak biaya dan tenaga, menjadikan diri mereka “pangkambi” bagi satu-satunya kanal resmi pemerintah di dunia maya itu, tentulah nasibnya tidak seperti sekarang: Pada saat dibutuhkan, eh hilang! Bukan main kecewa para pengakses, bukan main malu kita apa kata dunia. “Dibiarkan” dalam kondisi Suspended, bahkan di hari Ulang Tahun ke-4 Torut yang jatuh 21/7 kemarin.

Terus terang, saya angkat topi pada pemda torut karena tampilan web yang lebih update dari milik pemda Tator. Tetapi topi terpaksa saya lepas lagi, menyusul kurang memuaskannya kinerja web tersebut.

Saya cukup cerewet menyorot web ini, itu semata karena harapan yang selangit. Harapan yang lebay, rupanya! Para pengelola masih perlu belajar tekun memelihara, merawat apa yang sudah ada, sebelum bermimpi melakukan inovasi hal-hal hebat di masa depan.

Desember 2011 silam, situs ini sama sekali tidak melakukan peran yang semestinya menjadi tugas utamanya.

Saya menulis demikian:

SEJATINYA, web site (situs) resmi Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menjadi sumber informasi resmi, termasuk perhelatan Lovely December (LD) 2011 yang dipusatkan di Rantepao, ibukota kabupaten pemekaran dari Kabupaten Tana Toraja itu. Sayangnya, sepanjang perhelatan event budaya yang menelan biaya ratusan juta tersebut, tak ada informasi apapun yang dipublikasikan di situs tersebut.
Lihat: http://torajacybernews.com/umum/catatan-blogger-selama-ld-kog-situs-pemkab-torut-tidak-di-up-date.html

Pada awal tahun ini, TCN memberitakan: Situs web Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendapat serangan dari Hacker yang sudah diidentifikasi berada di Makassar. Di homepage situs yang beralamat di http://www.torajautarakab.go.id saat ini muncul gambar mantan presiden Soekarno, peta Indonesia dan pahlawan nasional Bung Tomo.

Lihat: http://torajacybernews.com/umum/hot-news-hacker-serang-situs-pemda-toraja-utara.html

Lalu melalui TCN, teman-teman IT berhasil memulihkan. Ketika saya kabarkan ke pejabat di lingkungan Humas, jawabannya: “oh ya, baguslah!”

TCN memberitakan: Komunitas Cyber Toraja berhasil memulihkan kembali situs web pemerintah kabupaten (pemkab) Toraja Utara (Torut) setelah diserang peretas yang menyebabkan situs resmi tersebut tidak bisa diakses selama beberapa hari.

Lihat di sini:
http://torajacybernews.com/umum/komunitas-cyber-toraja-berhasil-pulihkan-situs-web-pemkab-torut.html

Dan, yang paling anyar: situs disuspended [bahkan hingga saat tulisan ini dibuat]

TCN merilis berita: Website resmi pemerintah kabupaten Toraja Utara yang beralamat di http://www.torajautarakab.go.id tidak bisa diakses hari ini, Rabu (28/7). Tidak jelas sejak kapan website yang menjadi sumber informasi penting bagi publik ini tidak bisa dikunjungi seperti biasa. Jika berkujung, yang kita dapatkan adalah pesan “this account has been suspended”.

Lihat:http://torajacybernews.com/umum/website-resmi-toraja-utara-kena-suspend.html

Ada banyak point yang bisa kita petik dari perjalanan website ini, yang tentu ikut mewarnai seperti apa rupa perjalanan kabupaten toraja utara dalam 4 tahun terakhir ini.

salama’ kaboro

stephanus wilfrid b

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site