Published On: Sat, May 11th, 2013
Uncategorized | By admin

Sekda Tana Toraja Resmi Jadi Tersangka Korupsi

Share This
Tags

MAKASSAR – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulselbar resmi menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja Enos Karoma sebagai tersangka, kemarin.

Enos dinaikkan statusnya sebagai tersangka, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana ganti rugi pembebasan lahan Bandara Bunti Kuni, di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Sekda yang juga Ketua Tim 9 pembebasan lahan bandara tersebut, dianggap paling bertanggungjawabterhadapkerugiankeuangan negara yang nilainya ditaksir mencapai Rp6 miliar.

“Hari ini (kemarin) Enos Karoma yang juga Sekda Tator resmi kita tetapkan sebagai tersangka, atas perbuatannya merugikan keuangan negara Rp6 miliar,” kata Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi, kemarin. Penetapan tersangka ini, dilakukan setelah Enos dimintai keterangannya di Ditreskrimsus Polda Sulselbar sepanjang siang hingga petang kemarin.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO, dalam penetapan harga lahan bandara, yang bersangkutan diduga tidak mengacu pada Undang-Undang UU 5/1960 tentang UUPA dan Perpres 65/2006 tentang pengadaan tanah untuk pemerintah bagi kepentingan umum. Beberapa tahapan yang tidak dijalankan itu yakni, tidak mengumumkan hasil inventarisasi dalam bentuk peta bidang tanah dan daftar pemilik lahan yang ditandatangani oleh seluruh Panitia 9.

Selainitu, danagantirugi lahan bandara tersebut tidak dititipkan pada pengadilan setempat, namun dititipkandikasdaerahKabupaten Tana Toraja. “Adapun harga lahan yang ditetapkan itu bervariasi, antaraRp21.390hinggaRp40.250 per meter persegi,” ungkap Endi saat memberikan keterangan pers diMapolda, kemarin. Belakangan, ditemukan pula adanya pembayaran kepada pemilik lahan yang tidak dilengkapi surat terangan, atau hanya berupa pengakuan.

Antara lain, lahan yang tidak memiliki surat keterangan resmi tersebut, diakui milik Pither Lande, Hendrik Sallolo, Atto Rukki dan Arianto Batara Bangapadang. “Panitia Tim 9 juga tidak membayarkan terhadap kepemilikan lahan yang bersertifikat lengkap,” beber mantan Kapolresta Makassar Barat ini. Akibat perbuatannya itu, Sekda Tana Toraja dijerat Pasal pasal 2 ayat (1) subs pasal 3 UU RI No 31/1999 jo UU RI No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun.

Sementara itu, sumber di Ditreskrimsus Polda menerangkan, total anggaran pembebasan lahan Bandara Buntu Kuni mencapai Rp38,2 miliar, yang bersumber dari APBN dan APBD Sulsel tahun 2011. Pemkab Tana Toraja juga mengucurkan anggaran senilai Rp20 miliar dan Rp750 juta untuk dana operasional Panitia 9 dan Satgas pembebasan lahan. Hinggapetangkemarin, Enos Karoma masih menjalani pemeriksaan di lantai dua Mapolda Sulselbar.

Belum diketahui persis, apakah yang bersangkutan akanditahanatauhanyatahanan kota. “Hingga kini masih diperiksa. Untuk penahanannya akan dilakukan atau belum dilakukan, itu tergantung kepada hasil pertimbangan penyidik Ditreskrimsus,” tambah Endi. (wahyudi)

Sumber: http://m.koran-sindo.com/node/311338

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site