Published On: Sat, May 18th, 2013
Uncategorized | By admin

Korban Tanah Longsor Toraja Mulai Sakit-sakitan

Share This
Tags

TANA TORAJA – Ratusan masyarakat dusun Riwang, Lembang Bau, Kecamatan Bittuang yang mengungsi akibat lokasi pemukiman yang mereka tempati amblas akibat fenomena bencana alam, mulai terkena penyakit.

Kondisi lingkungan yang buruk dan cuaca tak menentu membuat sejumlah pengungsi mulai terserang berbagai penyakit terutama anak-anak dan usia lanjut.

”Paling banyak muncul adalah gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berupa flu, demam, dan batuk,” kata Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, usai mengunjungi para pengungsi, Jumat (17/5).

Menurut Welem, tidak terjaganya asupan makanan, kurangnya air bersih, dan masih tingginya aktivitas pengungsi seperti membongkar rumah sekaligus memindahkan barang-barang yang tertinggal membuat daya tahan tubuh mereka cepat turun.

“Penduduk yang mengalami musibah itu cukup memprihatinkan karena mereka hanya menumpang dirumah-rumah warga. Malahan ada yang satu rumah, tiga sampai lima kepala keluarga yang menumpang disitu sehingga rentan terserang penyakit. Hal ini yang perlu segera dipikirkan oleh pemerintah,” ujar Welem.

Sebenarnya Dinas Kesejahteraan Sosial telah memasang dua tenda dilokasi pengungsi namun mereka tidak mau menempati tenda itu. Tenda tersebut hanya dijadikan sebagai tempat penyimpanan perabot oleh warga pengungsi. Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, dr.Zadrak Tombe yang dihubungi via telpon kemarin mengatakan tim medis yang terdiri atas dua dokter dan satu dokter Puskesmas Bittuang baru turun kedusun Riwang pada hari ini.

Fenomena bencana alam tanah amblas yang terjadi di Dusun Riwang, Lembang Bau pada pekan lalu mengakibatkan puluhan rumah terpaksa dibongkar karena tanah disekitar pemukiman warga, terus bergerak. Pergerakan tanah itu menyebabkan sebagian tanah retak-retak hingga sebagian bangunan rumah milik warga miring dan terancam ambruk. Lebar tanah yang telah amblas sekitar 300 meter dengan panjang hampir 1,5 kilometer dengan kedalaman sekitar 1 hingga 3 meter kebawah.

Dan untuk mengantisipasi terjadinya dampak yang lebih parah, pemerintah setempat langsung mengevakuasi sekitar 68 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 327 jiwa ke rumah-rumah penduduk untuk meghindari jatuhnya korban jiwa.

Sumber: RakyatSulsel

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site