Published On: Sun, Mar 20th, 2011
Uncategorized | By admin

Foto Minggu Ini: Tambang Sangkaropi’

Share This
Tags

Galena-Sangkaropi

Inilah foto terbaru dari lokasi  Pertambangan Galena di Lembang Sangkaropi, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara.  Foto yang diambil wartawan Tabloid Kareba ini menggambarkan aktivitas penambangan tengah berlangsung.

Sebagaimana diberitakan media,   Tambang Galena (Timah Hitam) sudah mulai produksi sejak awal Maret.   Lokasi tambang Sangkaropi  dikelola oleh PT Makale Toraja Mining yang  memiliki ijin penggalian bahan mineral Galena (timah hitam), namun di dalam area itu terdapat banyak bahan mineral ikutan, seperti emas, tembaga, dan seng.

Selain di Sangkaropi, Tambang Biji Besi di Talimbangan kecamatan Buntu Pepasan juga dikabarkan sudah tahap produksi.  Tambang Talimbangan dikelola oleh PT Kutama Mining Indonesia. Bahan galian utama adalah besi dengan mineral ikutan seperti emas, tembaga, timah hitam, seng, dan perak.

Menurut data, luas area pertambangan di luar kawasan hutan lindung yang saat ini dikelolah oleh PT Makale Toraja Mining sebesar 5 hektare. Sedangkan di dalam kawasan hutan masih tersisa 95,19 hektare. Kandungan mineral yang ada di Sangkaropi yang sudah dikelolah diperkirakan mencapai 310 ribu ton.

Sementara luas area yang dikelolah oleh PT Kutama Mining Indonesia di Talimbangan saat sebesar 200 hektare dan area yang belum dijamah di dalam hutan lindung sebesar 1.800 hektare, dengan perkiraan cadangan mineral 10.483.000 ton.

Pejabat Distamben menegaskan  kedua perusahaan swasta yang mengelolah dua lokasi tambang itu sudah memiliki ijin dan semua persyaratan adminitrasi maupun lingkungan hidup, termasuk Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan UPL/UKL. Tetapi banyak pihak menilai eksplorasi tidak menguntungkan dan berpotensi merusak lingkungan. Sayangnya, pemerintah dan investor tampaknya berprinsip: anjing menggonggong kafila berlalu.

Bagaimana menurut Anda?

Displaying 38 Comments
Have Your Say
  1. adrianto says:

    Sy sebagai warga sangkaropi, tdk setuju krn pengelolahanx bukan disana….jd apa untung bg kami,krn cuma gaji to’….

    • ADHI says:

      Teknologi pengelolaannya belum ada disitu. dan kalau dikelola disitu akan ada limbah… Jangan berpikir dapat gaji baru bisa dibilang menguntunkan. tapi untuk PAD.

      • nastro says:

        saya rasa tehnologi bisa di buat disitu dan masalah limbah pasti ada jalan keluarnya,soal penambangan yang berjalan sekarang itu sangat merugikan penduduk setempat terutama daerah Torut,karena kandungan tambang yang ada di sangkaropi’ itu sangat bervariasi,coba kita bayangkan berapa kilo gram emas yang akan keluar dari daerah kita…..yang di untungkan disini adalah pemerintah dan perusahaan yang mengelolahnya….gak ada dampak bagi pembangunan daerah terutama toraja utara

  2. haus akan $ membuat “mereka” melakukan hal-hal mengecewakan yang membuat alam :’( perlahan, alam Toraja yang saya banggakan pada orang luar karena keindahan, kehijauan dan kelestariannya mulai terkena “penyakit koreng”, dan semakin kedepan, budaya Toraja yang kubanggakan pada orang luar karena kesantunan dan kebaikan pada alam akan lenyap tergali dan tertimbun tambang “keserakaan” yang membuat mereka lupa akan nilai-nilai kultural. huff menyedihkan

  3. Walaupun daerah Toraja menyimpan cadangan tambang emas, biji besi, timah, dll….. Saya tetap tdk setuju. Menambang lah di daerah yg memang layak utk difokuskan menjadi daerah tambang. Toraja kita fokuskan untuk daerah wisata, fokuskan untuk lebih dikenal lebih meluas ke Internasional. Kalo dah dicampur aduk Wisata dan Tambang…. trus kedepannya Daerah Toraja akan menjadi apa….

    • ADHI says:

      Toraja Utara berdiri sendiri. Potensi daerah harus digali untuk menjadi Sumber dana bagi pembangunan. mau dapat dana darimana kalau tidak membuka tambang. Hanya saja kelestarian alam tetap dijaga. Jangan menambang dalam kawasan hutan lindung. Contoh Kaltim jaya karena ada tambang. Tidak ada hubungan Budaya dan Tambang.

      • katok says:

        Apanna la menguntungkan tu tambang sangkaropi??? Konstribusi yg masuk ke pemda Torut hanya 1 milliar/tahun untuk kedua tambang tsb. Tdk cukup untuk biaya perawatan jalan ke sangkaropi! Tdk bisa disamakan dgn tambang yang dikaltim karena dikelola dgn baik, kalau di sangkaropi dirampok org cina dan tanah/batu di kirim ke cina dgn bayaran cuman 500jt/tahun na apamo tu la menguntungkan to. Dampak lingkungannya sekarang sdh mulai terjadi, padi di sana tdk bisa tumbuh kalo kena air dari tambang, sementara salah satu hulu sungai sa’dan bermuara di sangkaropi’…. Ko tanga’-tangai’ ke.

        • Alvin Afrianto says:

          kalau daerah mau maju tambang yang ada harus kita dukung

          • peduli toraja says:

            untuk maju, tdk selalu harus ada tambang, contohx singapura dan japan tdk ada tambang tp tetap jd negara maju dan makmur.

      • sandro lesmana says:

        siapa bilang kaltim jaya karena tambang, itu omong kosong yang ada kebalikannya, kaltim hanya mendapat 1/4 nya saja dari hasil semua sumber daya alamnya seperti minyak,batubara,gas,kayu dll. yang lebih banyak menerima n menikmati hasil bumi kaltim itu orang2 di pusat n para investor asing yg mengeruk kekayaan alam kaltim. jadi kaltim itu hanya mendapat ampas nya dan tinggal menunggu bencana alam saja, dari hasil pengerukan n pengupasan hutan lindung serta hasil bumi yg tidak ada henti2nya. jadi yang ada hanya menyisakan kerusakan lingkungan. apakah kita mau alam tana toraja yang begitu indah n kita banggakan menjadi sebuah kuburan massal di kemudian harinya karena rusaknya hutan n alam yang dikeruk hanya untuk kenikmatan sesaat tanpa memikirkan kelangsungan anak cucu kita serta kelestarian n seni budaya toraja yg hilang dari peradaban dunia. coba direnungkan kembali teman-teman gbu

  4. ato says:

    Dampak dari tambang sangkaropi akan merugikan sebagian besar masyarakat Toraja.sungai sa,dan yg kita banggakan mungkin saja klak tinggal knangan akibat tambang tersebut

  5. …berapa tahun lagi BUNTU BOBONGLANGI’ tinggal …kenangan…???LSM LEKAT

  6. Lusia Palentek says:

    Setuju aja seh, tambang di Sangkaropi’ itu ada. Itung2 membuka lahan kerja bagi sebagian masyarakat disana. Namun satu hal yg terpenting, harus diperhatikan oleh Persh.penambang tsb adalah kelestarian lingkungan setempat termasuk JALAN tempat lalu-lalangnya kendaraaan proyeknya yang mengangkut material setiap waktu itu. Jangan datang mengambil kekayaan tapi meninggalkan kehancuran bagi daerah kami. PT.MTM.., Tolong itu diperhatikan ya?

  7. Alvin Afrianto says:

    kapan ada penerimaan karyawan di sangkaropi

  8. mataran billaq says:

    betul juga semua uraian dr atas tp menurut saya klo mau buka tambang di sangkaropi’ mohon dipertimbangkan bagus2. apakah setelah di buka nantix tdk akan memberikan dampak yg negatif buat alam,penduduk dan sebagaix.

  9. Bandi Para'pak says:

    Sebaiknya Seluruh Tana Toraja tidak usah ditambang, karena sudah pasti merusak lingkungan. Tana Toraja hanya khusus untuk Parawisata. Oleh karena itu seharusnya PEMDA Tana Toraja maupun Toraja Utara mengembangkan parawisata alam yang profesional.

  10. herlina palebangan says:

    keuntungan yg didapatkan dari tambang tdk sepadan dengan kerusakan lingkungan yg ditinggalkan, sebaiknya pemda fokus aja dengan pengelolaan daerah wisata lbh profesional n lbh terarah

  11. Sammy says:

    Boleh bwat tambang, tp tolong jgn di TORAJA. Klw mmang ahli dan berpengalaman mmbangun daerah, buktikan!!! Msh ada koq sumber PAD Lain yg lbh mnguntungkan bwat kseluruhan org TORAJA. Githu Aja Kog Ngk Tw…

  12. Eky says:

    limbahnya di buang kemana tuh…?

    Asalkan pengelola memenuhi peraturan yg berlaku, setelah pertambangan selesai paling lambat satu bulan pertama sudah harus melakukan penyegaran lahan…

  13. peduli toraja says:

    kalau cuma 1 M kontribusi tambang sangkaropi pertahun, saya kira itu sedikit dibandingkan dgn pendapatan dari parawisata, termasuk pajak dr hotel dan restoran…kabupaten maros saja yg mengelola Bantimurang dgn baik…dpt meyumbang PAD Maros 4 M setahun….saya kira tdk perlu ada tambang di toraja, tp kelola saja parawisata dgn profesional pasti PAD dr parawisata akan lbh banyak dr tambang…

  14. Daud Tuku says:

    berbicara masalah tambang, berarti berkaitan dengan lingkungan, jika tambang dikelola tetapi lingkungan tidak diperhatikan apalagi kontribusi terhadap masyarakat di daerah tersebut hanya kecil, sangat tdk ratio menjadi daerah tambang, seharusnya tambang ada pembangunan dibantu dan lingkungan disterilkan,jgn sekali2 hanya untung semata ttp tdk meperhatikan lingkungan dan keuntungan masyarakat

  15. piya to'induk says:

    apa yg di harap dari tambang kecil/galian c macam itu???,gak bisa di harap sama skali bro…

  16. pia toraya na' says:

    perkenankan sy untuk ikut berkomentar….menurutku tambang yg ada di TORAJA UTARA hrus kita pandang dari 2 sisi
    (- +)…..nah dsnlah kita akan diperhadapkan dengan pilihan yg sangat rumit….ada tambang….lingkungan akan rusak….tdk ada tambang pengangguran akan bertambah….dan mash banyak lagi contoh2 konkrit yg bisa kita nilai dari adanya pertambangan jd sangat dilema dalam untuk menentukan apakah tambang ini akan membawa kebaikan ato tidak…..sekarang proses penambangan sdh mulai berjalan, itu berati segala prosedur, aturan,administrasi dan lain sebagaix telah dipenuhi oleh perusahaan yg akan mengelolah tambang tersebut…..apa yg hrus kita perbuat selaku masyarakat TORUT…..???

  17. saran says:

    sbagai orang tambang sya stuju sja,tp tambang harus dikelola secara baik tp sy liat tambang yg di Toraja pengelolaannya tdk sesuai dngan standar yng ada
    dan satu hal bahwa orang cina haya mau datang merampok
    untuk ditamben toraja harap meyeleksi prusahaan yang akan mengelolanya apakah membawa dampak baik atau malah merusak .

  18. RBY says:

    Perlu dipertanyakan hasil Studi AMDAL dan UPL/UKL, dilakukan oleh siapa dan direkomendasi oleh siapa, dampak lingkungan bukan cuma secara fisik tetapi juga secara non fisik seperti budaya, lokasi penggalian yg meliputi area wilayah tongkonan/kombong yg sejak dari zaman dahulu tidak mungkin untuk dipindah, dijual atau ditukar guling dgn lokasi manapun, lokasi itulah yg menjadi akar orang Toraja untuk selalu rindu kembali ke kampung halamannya, itulah yg membedakan org Toraja dgn lainnya. Tongkonan dan kombong tidak mungkin dipindah, ditukar atau bahkan dijual!!!!!!!! Kepada sdr Adhi tidak perlu komentar anda ada di sini

  19. to KADE says:

    sy sangat setuju dengan komentar RBY bahwa orang Toraja itu punya akar, jadi akar (tongkonan dan kombong)itu jangan dibuang/dimusnahkan, akan ada hal yg terputus kepada generasi berikutnya mereka tidak akan tau lagi dari rumpun mana mereka berasal. Hasil Studi AMDAL dan UPL/UKL harap ditinjau kembali terumama terhadap dampak sosial dan budaya Toraya….!!!!!!

  20. Rangga says:

    Ikutan ni,..kalo menurut saya..tambang sebaik nya jangan ada di toraja..krna dampak lingkungan nya besar skali.skarang aja jalan udah di buat hncur,kedepan mgkin bukan cuma jalan,bisa bencana alam malah..longsor dan banjir bisa terjadi,.masyarakat mau sejahtra kalo ad tambang di toraja,itu belum tentu…pemerintah daerah kurang memikirkan hal itu…asal ngasih izin aja…

  21. ely says:

    Astaga.,.,udah tahu banyak kandungan mineral selain timah hitam, knapa ijinnya satu aja boss…sedangkan mineral yg beharga seperti emas dan tembaga gimana boss..,.,
    udah tahu TORUT gak punya pelabuhan, pengolahannya di daerah tetangga dia yg nikmati hasilnyalah,…hancur Torut jalan umumnya buat hauling tambang,,.,.,masyarakat pakai jalan apa bossssss,.,.,.,

  22. Yulius Lolo says:

    Pada dasarnya pengelolaan Tambang di Sangkaropi setuju saja dengan catatan jgn di kelolah sekarang krn jelas merugikan masyarakan Toraja khususnya sangkaropi sendiri mohon maaf coba cari investor yg profesional kayak di Freeport Papua, Newmond NTB pabriknya disana dll jadi memang secara ekonomi menguntungkan masyarakat sangkaropi sendiri kemudian buka tambang jgn cuman gali Tana aja lalu di bawah ke Luar Negeri di kelolah disana, masyarakat sangkaropi jgn hanya cari keuntungan sesaat bagi org tertentu saja tp pikirkan ke Depan nya n saya org sangkaropi juga tolong masyarakat sangkaropi saling memberikat informasi n pandangan yg benar benar untuk membangun daerahnya bukan mencari keuntungan sesaat saja. tks

    • Dasga says:

      Bung Yulius,

      Kalu mau mencari investor yang berkelas seperti yang anda sebutkan Freeport,Newmont NTB,mereka pasti melihat dari sisi ekonomisnya,kalau cadangannya hanya sedikit tidak mungkin mereka mau masuk ke situ…contoh tambang newmonth yang di sumatera utara yang sekarang di kelolah oleh G-Resources..itu cadangannya 6.500.000 Ounces emas,belum tembaga dan biji besi yang mencapai jutaan ton, tapi mereka jual karena menurut mereka tidak ekonomis untuk di tambang…apalagi yang ada di Sangkaropi?…hanya ada satu kata hentikan tambang di Sangkaropi sebelum ada bencana….

  23. daniel wu says:

    Ada yg lg di toraja ga dan tau ttg tambang ini?ada yg mau saya tanya ni.saya kasih reward ntar.serius.tlg di email di leekwg@gmail.com thx

  24. ambe'na Agu says:

    saya tidak setuju dengan adanya tambang di sangkaropi…karena jelas2 merusak facilitas umum..salah satu contoh jalan..itu baru jalan belum lagi biota Hutan.Aparat Pemerintah Toraja Utara sama sekali tidak memikirkan AMDAL taunya cuma teken kontrak …terima pajak…dan memikirkan diri sendiri. Tolong bapak2 yg duduk di pemerintahan seandainya kampung bapak yg dirusak seperti tersebut diatas apakah bapak senang??

  25. X says:

    Sedikit komentar : toh 80% karyawan di sana orang Sangkaropi kok, atau 95% pekerja perusahaan orang toraja kok hanya pemodal yang bukan, mulai dari manager, personalia, kepala teknik tambang, akounting sampai mine planernya orang toraja jg, jadi apa mau dipusingkan, pengagmbil keputusan, dan pelaksana orng Toraja juga jd alam rusak jangan salahkan investor tapi salahkan pelaksananya, perusahaan tidak mengolah bahan tambang menjadi bahan baku karena keterbatasan lahan jadi apa yg dirisaukan tentang pencemaran? mau kelolah di sana DPR tidak menyediakan lahan karena tanah adat, hanya permukaan tanah yg berubah ttp ada aturan yang berbicara ttg itu. Yang berbicara ttg AMDAL sudah terbit ditandatangi oleh Setda Toraja Utara Bpk Lewaran Rantela’bi’ yang juga memiliki tanah Tongkonan di Sangkaropi yg sedang dikelola oleh perusahaan jd apa yg kita risaukan????? tinggal pelaksana harian sbg pengambil keputusan yang menentukan semuanya (org Toraja jg). Tentang Daerah wisata, apa yg indah di Toraja, Rantepao aja tidak tertata rapi bangunan amburadul, orang asing saja bilang kok Rantepao begini ya modelnya beda dengan iklan di media(dan hanya memuncak pada bulan 6 – 9 setiap tahunnya), hanya budaya yg betul2 membuat mereka tertarik, pemandangan alam masih banyak di luar Toraja yg bagus dan tertata rapi, berapa besar pemasukan buat Toraja Utara dari Sektor Pariwisata dan seberapa besar orang toraja asli sebagai investornya? Kopi Toraja saja pengusahanya org Enrekang, jadi wajarlah Bapak Bupati Toraja Utara Bpk. Frederik B.S. mengatakan pendapatan asli daerah Toraja Utara tidak cukup untuk membiayai gaji PNS. Jadi apa yg buat kita membanggakan daerah kita yg kita sendiri tidak mengetahui berapa potensialnya untuk dikelola????? Berhentilah untuk mencaci, tetapi ambil hikma dibalik semua ini “seberapa banyak orang Toraja yg menjadi Tuan di Negerinya”

  26. daud palallo says:

    Kalau melihat foto dihalaman atas, kayaknya penambangan tersebut dilakukan oleh kontractor AMATIR, menggunakan tenaga amatir apalagi untuk pertambangan seperti ditoraja sebaiknya di cancel aja pak, karena sangat – sangat beresiko ditambah dengan kondisi toraja daerah pegunungan sudah pasti dampak lingkungan pasti lebih besar. belajar dari beberapa tambang batu bara di Kaltim khususnya sanga-sanga yang awalnya untuk membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat melalui koperasi sekarang apa yang terjadi, tinggal danau – danau kecil yang menganga serta lahan yang gundul tanpa penghijauan, siapa yang peduli. Semua ijin tambang mudah ngurusnya yang penting ada duit,bisa keluar tapi bagaimana pengawasannya ??????. tambang tidak bisa dikelola seperti ngambil batu disungai banyak regulasi yang harus dipenuhi sebelum tambang itu beroperasi jika tidak maka masyarakat sangkaropi dapat tulangnya investor dapat dagingnya. tambang dikaltim atau ditempat lain sudah diupayakan pengelolaanya oleh kontractor profesional toh masih juga terjadi Incident ,bagaimana kalau kontractornya amatiran,
    siapa yang untung ……….?, siapa yang dirugikan..
    belum lagi kalau bicara soal AMDAL, sekarang ini banyak AMDAL tambang prosesnya copy paste, inilah awal musibahnya jika proses pembuatan AMDALNYA tidak dicontrol.
    Kalau tambang tersebut dilanjut, Maka anda sedang menyimpan bom waktu di sangkaropi’ dan toraja pada umumnya
    jadi sebaiknya tambangnya jangan dilanjutkan. GBU

  27. YANA says:

    Se 7 bangat ame bang daud,lagian kebnyakan penduduk kita kurang mampu di bidang pengetahuan jadi,klo pun ada hasil pasti di umbat ame si TIKUS2 yb berperut lobang busuk yg mirip kaye sundel bolong hahahaha…..gue terpaksa ngomel, jd intine kita masyrakat toraja jgn diam aje y? Pantau teruss karena dampaknya sngat merugikan kehidupan kita, Begitu massssssssssss BROOOOO. Ude dlu ye lg sibuk……………………………..

  28. Saya mewakili investor seriouse asal china, yang berminat untuk menanamkan modalnya dibidang pertambangan BIJIH BESI dan GALENA di seluruh wilayah Indonesia.
    Mohon data/document complted tentang tambang tersebut dikirim ke ; bafiez.nasution@gmail.com
    Kami hanya melayani data/document yang lengkap disertai pencantuman status anda sebagai apa.
    BB PIN. 29d06309

  29. Aco says:

    Izin Tambang terbit karena pejabat cuma berpikir dapat uang pengurusan izin..sepupu saya yg kerja di PT Kutama Mining Indonesia(Kelompok usaha seven Energi) bilang waktu urus izin tahun 2008 lalu dia setor duit ke pejabat-pejabat terkait toraja (msh Gabung)..

    • Harapan saya tambang di Sangkaropi’ di hentikan saja krn ditinjau dari sudut pandang ekonomi tidak menguntungkan masyarakat Sangkaropi’ khususnya dan Toraja pada umumnya, dari segi Amdal jelas2 sdh merusak, contohnya padi yg dekat lokasi tmbg sdh jelas2 tidak bisa tumbuh dan gara2 pembangunan gudang handak dekat rumah saya tanah di situ sdh longsor, jadi dimana hasil Amdalnya untuk tambang yang ada sekarang. Tolong bagi pemerintah Torut buka mata dan perhatikan masyarakat banyak jangan mau mencari PAD tapi malah merugikan masyarakat banyak. Apakah dengan kejadian yang ada sekarang belum bisa jadi gambaran dampak yang negatif dari tambang Sangkaropi’ atau kita harus tunggu bencana yang lebih besar lagi baru bereaksi dan gigit jari.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site