Published On: Sat, Jun 15th, 2013
Uncategorized | By admin

DPR: Kasus Ruben Bukti Peradilan Sesat

Share This
Tags

JAKARTA — Kasus yang menimpa Ruben Pata Sambo (72), narapidana hukuman mati yang dituduh membunuh satu keluarga, merupakan bentuk dari kesesatan peradilan.
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mendesak agar semua aparat penegak hukum diusut karena diduga telah menggunakan prosedur yang tak semestinya.
“Ini adalah kasus serius daripada peradilan sesat. Sudah saatnya jajaran peradilan lebih utama keadilan, tidak bisa lagi pakai cara-cara konvensional,” ujar Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika saat dihubungi, Jumat (14/6/2013).

Politisi Partai Demokrat itu melihat adanya kejanggalan dalam proses penyidikan, penuntutan, hingga peradilan yang dijalani Ruben. Pasalnya, kini sudah ada tersangka baru yang mengaku melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga. Mereka juga sudah menyatakan bahwa Ruben tidak terlibat dalam kasus ini.
“Ini banyak terjadi di daerah. Polisi main tangkap saja karena dikejar target. Tapi masalahnya, saat didapat tersangka baru, korban tak jelas lagi nasibnya. Apalagi untuk kasus Ruben, dia dihukum mati,” imbuh Pasek.

Pasek melanjutkan, lembaga peradilan tidak bisa menghukum orang yang tidak bersalah. Ruben beserta anaknya yang juga terseret dalam perkara yang sama harus segera dibebaskan.
“Hakim juga harus diperiksa KY, polisi diperiksa Propam dan Kompolnas, serta jaksa harus diperiksa Komjak,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Ruben Pata Sambo (72) kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang. Dia kini menunggu eksekusi mati terkait tuduhan menjadi otak pembunuhan sebuah keluarga pada 23 Desember 2005 silam. Tak hanya Ruben yang mendekam di balik jeruji besi, Markus Payta Sambo, putra Ruben, juga dipenjara menanti hukuman mati di Lapas Madaen, Sidoarjo. Sementata satu lagi anak Ruben, Martinus Pata, divonis enam tahun dan kini sudah bebas.

Namun, ternyata bukan mereka yang terlibat dalam kasus yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Tana Toraja tersebut. Sebab, empat pelaku pembunuhan yang sebenarnya telah ditangkap. Mereka pun telah membuat pernyataan bermeterai pada 30 November 2006 lalu dan menyebut Ruben dan anak-anaknya bukan otak ataupun pelaku pembunuhan.

Sumber: Kompas.com

Displaying 6 Comments
Have Your Say
  1. Trifeni says:

    Hal semacam itu sudah harus dan sangat memprihatinkan,sehingga harus cepat diusut,masalah koruptor saja yang nyata2 salah masih belum ditangkap,sudah merugikan orang saja,sungguh memprihatinkan wajah hukum di negara ini.

  2. Trifeni says:

    Hal semacam itu sudah harus dan sangat memprihatinkan,sehingga harus cepat diusut,masalah koruptor saja yang nyata2 salah masih belum ditangkap,sudah merugikan orang saja,sungguh memprihatinkan wajah hukum di negara ini.

  3. basri says:

    Siapapun pelaku pembunuh sadi itu harus diukum mati termasuk Ruben atau pelaku yang lain. TAPI JIKA POLISI YANG SALAH DALAM PENIDIKAN YANG MENGAKIBATKAN ORANG LAIN YANG DIJATUHI HUKUMAN MATI MAKA POLISI TERSEBUT JUGA HARUS DI HUKUM MATI !!! BIAR ADIL

  4. basri says:

    Siapapun pelaku pembunuh sadi itu harus diukum mati termasuk Ruben atau pelaku yang lain. TAPI JIKA POLISI YANG SALAH DALAM PENIDIKAN YANG MENGAKIBATKAN ORANG LAIN YANG DIJATUHI HUKUMAN MATI MAKA POLISI TERSEBUT JUGA HARUS DI HUKUM MATI !!! BIAR ADIL

  5. elias says:

    Kasus ruben marak di berita ahir – ahir ini, puncaknya td mlm di acara TV one lewat acara JL Club dgn pembawa acara pak karni ilyas. Ket pihak penyelidik bila kita dengar sampai putusan peradilan spertnya meyakinkan dan jelas skali klu pak ruben sbg aktor intelektualnya, tp ada ke janggalan, dr ket pak stevanus, di mana ada tawar menawar dimana calon korban kedua meminta di perkosa dari pada di bunuh, jg keterangan anak korban yg masih kecil wkt itu ( slamet ) mengatakan bahwa dia langsung menelpon keluarganya, mengecek keberadaan israil adiknya ke keluarganya, apa usia sprt ini bisa melakukan pola pikir atau langkah dlm mengalami situasi sprt itu, atau mungkin ada yg mengarahkan bahwa hrs mengatakan sprt itu, skr sdh besar tentu pola pikirnya beda,. Berikut dlm ket nya korban ada keluarga at hub family dgn salah satu anggota polisi, bisa di bayangkan bgmana situasi wkt tersangka di introgasi, sementara pak stevanus mengatakan tdk ada penyiksaan, pak ruben mengatakan bahwa mrk disuruh saling pukul. KEBENARAN akan ter ungkap itu yg di harapkan kedua apihak. Terutama anaknya.

  6. elias says:

    Kasus ruben marak di berita ahir – ahir ini, puncaknya td mlm di acara TV one lewat acara JL Club dgn pembawa acara pak karni ilyas. Ket pihak penyelidik bila kita dengar sampai putusan peradilan spertnya meyakinkan dan jelas skali klu pak ruben sbg aktor intelektualnya, tp ada ke janggalan, dr ket pak stevanus, di mana ada tawar menawar dimana calon korban kedua meminta di perkosa dari pada di bunuh, jg keterangan anak korban yg masih kecil wkt itu ( slamet ) mengatakan bahwa dia langsung menelpon keluarganya, mengecek keberadaan israil adiknya ke keluarganya, apa usia sprt ini bisa melakukan pola pikir atau langkah dlm mengalami situasi sprt itu, atau mungkin ada yg mengarahkan bahwa hrs mengatakan sprt itu, skr sdh besar tentu pola pikirnya beda,. Berikut dlm ket nya korban ada keluarga at hub family dgn salah satu anggota polisi, bisa di bayangkan bgmana situasi wkt tersangka di introgasi, sementara pak stevanus mengatakan tdk ada penyiksaan, pak ruben mengatakan bahwa mrk disuruh saling pukul. KEBENARAN akan ter ungkap itu yg di harapkan kedua apihak. Terutama anaknya.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site