Published On: Mon, Sep 17th, 2012
Uncategorized | By Herpas

Demo Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Menolak Kebijakan Transmigrasi di Toraja Berjalan Aman

Share This
Tags

Unjuk rasa yang dilakukan oleh para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam ALIANSI PEMUDA dan MAHASISWA disepan kantor Bupati Toraja Utara hari ini (17/09) berlangsung aman dan damai.

Unjuk rasa yang diawali dengan orasi keliling kota Rantepao lalu kemudian menuju kantor Bupati Toraja Utara berjalan dengan aman dan tertib tak terlihat pengawalan ketat dari kepolisian. Polisi hanya berjaga-jaga di sekitar kantor DPRD dan Kantor Bupati Torut yang berdekatan. Dalam Orasinya di sepan kantor Bupati Torut para pendemo menyampaikan aspirasi mereka berkaitan dengan Transmigrasi.

Mereka menyatakan menolak dengan keras kebijakan dan meminta untuk membatalkan MOU yang ditandantangi beberapa waktu yang lalu mengenai Transmigrasi untuk ditempatkan di Toraja. Tidak benar program transmigrasi ini bertujuan untuk mensejahterakan masyrakat karena tidak ada dampak positif yang ditimbulkan bagi Toraja. Justru ini akan menimbulkan persoalan baru bagi masyrakat Toraja.

Kemudian para pendemo diterima oleh Bupati diruang rapat kantor Bup[ati Toraja Utara. Kepada Bupati mereka menyampaikan adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lokasi Transmigrasi seperti mereka dalam melakukan survei ke lapangan ternyata kondisi di lapangan tidk sesuai dgn apa yang disampaikan selama ini. Dilokasi Transmigrasi lokal hanya bebearapa orang saja sementara pemda menyatakan bahwa para transmigrasi ini adalah 78% lokal dan 22% pendatang itu tidak benar. Kondisi bangunan juga perumahan juga tdak sesuai dgn standart misalnya airnya pamnya baru mengalir saat ada kunjungan, WC nya yang hanya sekitar satu jengkal dalamnya bahkan hanya ditutup langsung dengan or semen tanpa digali, Para transmigrasi hanya diberi bibit kopi sebanyak 27 pohon utk lahan 2 ha per KK, dan juga pembangunan pasar yang ada dilokasi yang diklaim adalah program ternyata itu berasal dari dana PNPM Mandir.

Bapak Firdaus ketua LSM MATRAS menyampaikan bahwa proyek ini bisa syarat dengan Korupsi karena sistem proyek ini tidak di dahului dengan studi kelayakan, Bupati harus berpihak ke Masyrakat.

Kepada para pendemo Bapak Bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas aspirasi ini sebagai penguat dirinya untuk terus membenahi kekurangan yang terjadi, dan mengatakan bahwa program Transmigrasi ini adalah program Pusat bukan program daerah dan sebagai Pemerintahan dalam sistem UUD tidak bisa serta merta begitu saja membatalkan MOU, yang jadi masalah adalah bagaimana kita masyrakat Toraja agar tidak terkesan menolak transmigrasi ini karena diluar sana banyak masyrakat Toraja. Dalam uraian Bupati beberapa kali mendapat interupsi dari para pendemo.

Adapun Aliansi Pemuda dan Mahasiswa ini yang tergabung dalam aksi ini adalah :

  1. Forum Kerukunan Mahasiswa Toraja Utara                                         ( FKMTUM)
  2. Himpunan Pemuda Pangngala’ Riu dan Sekitarnya Makassar        ( HPPPM )
  3. Forum Komunikasi Mahasiswa, Pelajar & Pemuda Bangkelekila’  ( FKMPBB)
  4. Persekutuan Pemuda Kerukunan Mahasiswa Lempo                        ( PP-KEMLEST )
  5. Ikatan Mahasiswa & Pemuda sangla’boran                                             ( IMPS )
  6. Ikatan Mahasiswa Bokin                                                                                 ( IMB )
  7. Ikatan Pemuda Tallunglipu                                                                           ( IPTL )
  8. Ikatan Mahasiswa Sa’dan                                                                                ( IKMASA )
  9. Perkumpulan Pemuda Keluarga Masyarakat Tondom                      ( PPKMT  )
  10. Ikatan Keluarga Bokin Pitung Penanian                                                  ( IKBPPM )
  11. Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Nanggala                               ( HPPMN )
  12. LSM Masyarakat Transparansi Toraja                                                     ( MATRAS )
  13. Ikatan Mahasiswa Toraja                                                                              ( IKMATOR )
  14. Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Toraja Utara                                       ( IMPTU )

 

Displaying 6 Comments
Have Your Say
  1. heri says:

    kayak hidup jaman soeharto, heran.sejak pertama ada berita transmigrasi di toraja awalnya sy berpikir ini tak bagus,eh tau2nya didemo, bagus lah. demo aja trus. saya pun tak setuju,tak ada gunanya.bupatinya gak ada kerjaan lain lagi ya.

  2. heri says:

    kayak hidup jaman soeharto, heran.sejak pertama ada berita transmigrasi di toraja awalnya sy berpikir ini tak bagus,eh tau2nya didemo, bagus lah. demo aja trus. saya pun tak setuju,tak ada gunanya.bupatinya gak ada kerjaan lain lagi ya.

  3. Saya sependapat dengan aspirasi dari Pemuda & Mahasiswa, karena ada satu hal yag paling pundamental kalau Toraja itu terlalu banyak etnis non Toraja yaitu ” KEASLIAN ADAT & BUDAYA ” akan luntur perlahan-lahan sehingga keaslian dari suatu komunitas yg UNIK ini yang tidak ada duanya didunia ini juga akan perlahan-lahan luntur.Ada pengecualian.Identitas Toraja akan luntur jika adat & budayanya telah dihancurkan.Perjuangan untuk memasukkan TORAJA sebagai warisan dunia ( WORD HERITAGE )untuk apa kalau budaya & adatnya sudah tidak terpelihara lagi.Konteks orang Toraja banyak diluar bukan merupakan alasan untuk memerima orang luar ” baca transmigran “, karena orang Toraja diluar dilihat dari faktor ekonomi dan iptek bukan adat & budaya.Daerah orang Toraja merantau diluar bukan daerah seperti daerah Toraja.Tujuan perantau Toraja adakah ketempat pembanguna ekonomi,iptek & jasa. Aspirasi ini harus mendapatkan perhatian yang serius. Terimakasih

  4. Saya sependapat dengan aspirasi dari Pemuda & Mahasiswa, karena ada satu hal yag paling pundamental kalau Toraja itu terlalu banyak etnis non Toraja yaitu ” KEASLIAN ADAT & BUDAYA ” akan luntur perlahan-lahan sehingga keaslian dari suatu komunitas yg UNIK ini yang tidak ada duanya didunia ini juga akan perlahan-lahan luntur.Ada pengecualian.Identitas Toraja akan luntur jika adat & budayanya telah dihancurkan.Perjuangan untuk memasukkan TORAJA sebagai warisan dunia ( WORD HERITAGE )untuk apa kalau budaya & adatnya sudah tidak terpelihara lagi.Konteks orang Toraja banyak diluar bukan merupakan alasan untuk memerima orang luar ” baca transmigran “, karena orang Toraja diluar dilihat dari faktor ekonomi dan iptek bukan adat & budaya.Daerah orang Toraja merantau diluar bukan daerah seperti daerah Toraja.Tujuan perantau Toraja adakah ketempat pembanguna ekonomi,iptek & jasa. Aspirasi ini harus mendapatkan perhatian yang serius. Terimakasih

  5. model penempatan transmigrasi di jaman reformasi sudah berubah dari topdown ke model partisipatif. awal proses prencanaan penempatan transmigrasi adalah permintaan dari daerah tujuan atau penerima transmigrasi yang selanjutnya secara berjenjang diproses sampai ke pusat. jadi menilik kasus di toraja, itu pasti permintaan dari pemerintah daerah toraja utara. jadi kalau mister bupati mengatakan itu adalah proyek pusat, maka beliau sudah dibodoh2i stafnya. ganti aja kepala dinasnya. ditilik dari segi apapun juga, toraja tidak pantas menerima penempatan transmigrasi. makanya kalau pilih bupati saudara2ku di toraja, cari yang agak berkualitas jangan cuma lihat duitnya. patut juga ditelisik dengan benar oleh rekan2 mahasiswa dan LSM; proyek transmigrasi adalah proyek padat modal dan sangat rawan penyelewengan. tapi saya setuju, batalkan aja MOU penempatan transmigrasinya. salama’

  6. model penempatan transmigrasi di jaman reformasi sudah berubah dari topdown ke model partisipatif. awal proses prencanaan penempatan transmigrasi adalah permintaan dari daerah tujuan atau penerima transmigrasi yang selanjutnya secara berjenjang diproses sampai ke pusat. jadi menilik kasus di toraja, itu pasti permintaan dari pemerintah daerah toraja utara. jadi kalau mister bupati mengatakan itu adalah proyek pusat, maka beliau sudah dibodoh2i stafnya. ganti aja kepala dinasnya. ditilik dari segi apapun juga, toraja tidak pantas menerima penempatan transmigrasi. makanya kalau pilih bupati saudara2ku di toraja, cari yang agak berkualitas jangan cuma lihat duitnya. patut juga ditelisik dengan benar oleh rekan2 mahasiswa dan LSM; proyek transmigrasi adalah proyek padat modal dan sangat rawan penyelewengan. tapi saya setuju, batalkan aja MOU penempatan transmigrasinya. salama’

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site