Published On: Sat, May 18th, 2013
Uncategorized | By admin

Bride Allorante Pernah dapat Gelar Dato’ Sri Nata Astana

Share This
Tags

Januari mendapat gelar kebesaran adat di Kalimantan Barat, Bride Suryanus Allorante (BSA) diberitakan ditangkap Polisi di Jakarta akhir April ini.

TCN — Nama Bride Suryanus Allorante menghiasi media berita menyusul kabar dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, mengenai penangkapan pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Barat, dan kawan-kawannya itu di Room 312 Illigals Club, Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, menuturkan penangkapan Bride Allorante dkk, terjadi tanggal 29 April 2013 lalu. Total yang ditangkap berjumlah delapan orang.

“Penangkapan sebanyak delapan orang di Room 312 Illegals. Salah satunya Bride Allorante,” ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/5).

Dikatakan Rikwanto, empat orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara empat lainnya dilepaskan penyidik.

“Setelah dilakukan gelar perkara, empat orang ditetapkan sebagai tersangka termasuk Bride Allorante dan empat lainnya diputuskan untuk dipulangkan,” ungkapnya seperti dikutip situs BeritaSatu.com

Baru Dapat Gelar Adat Kerajaan Amantubillah

Pada BulAn Januari lalu, Mantan Calon Bupati Toraja Utara ini mendapat gelar Gelar Adat Kerajaan Amantubillah di Kalimantan.
Web http://lpjkkalbar.net/ melik lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Kalimantan Barat menuliskan Laporan berjudul “Ketua Pengurus LPJK Terima Gelar Adat Kerajaan Amantubillah” berikut ini:

Ir. Bride Suryanus Allorante, MM, MT menerima Darjah Kebesaran atau gelar adat dari Kerajaan Mempawah Amantubillah, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/1/13) malam. Acara penabalan adat berlangsung di Istana Kerajaan Mempawah Amantubillah yang diberikan langsung oleh Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim MSc. Beliau memperoleh gelar Dato’ Sri Nata Astana satu dari 20 Tokoh yang mendapat gelar yang diberikan langsung oleh Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim MSc.

Pagi hari sebelumnya diadakan pembukaan event tahunan Robo – robo di Dermaga Kuala Mempawah. Seremoni pembukaan berlangsung meriah dihadiri sekitar tiga ribu warga dari berbagai pelosok Kalimantan Barat. Menurut Bupati Pontianak H Ria Norsan MH MM, event Robo-robo merupakan napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon yang mendirikan Kota Mempawah. Mereka berkumpul bersama pada hari Rabu akhir bulan Safar untuk bersama-sama membangun Mempawah. Kegiatan napak tilas diawali dengan ziarah ke makam Opu Daeng Manambon dan ritual membuang sesaji ke tengah laut.

Usai kegiatan seremoni, itik dilepas sebagai tanda dibukanya lomba menangkap bebek yang merupakan rangkaian event Robo-robo. Uniknya, lomba ini diikuti peserta laki-laku dari atas perahu, dan selanjutnya para peserta berebutan terjun ke sungai dan berenang untuk menangkap itik-itik yang telah dilepas. Tepat tengah hari, rombongan dijamu hidangan Saprahan (tradisi makan bersama warga pesisir layaknya tradisi nganggung-red). Selanjutnya rombongan bertolak menuju Istana Kerajaan Mempawah Amantubillah untuk menghadiri undangan jamuan Saprahan kedua di aula istana. Di lokasi ini, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma dan istri menghadiahkan sebuah lagu ciptaan sang raja kepada Gubernur Babel yang berjudul Legenda Serumpun Sebalai. Bahkan lagu tersebut sudah direkam dalam kepingan cakram sebagai bingkisan dari Istana Kerajaan Amantubillah. Selain lagu, Raja Mardan Adijaya juga menyerahkan sebilah keris kepada Eko Maulana Ali (Gubernur Babel-red) sebagai ikatan persaudaraan dua negeri melayu.

“Keris ini saya titipkan kepada Lembaga Adat Melayu Bangka Belitung guna mempererat hubungan baik antara Kerajaan Melayu Mempawah Amantubillah dengan Negeri Melayu Serumpun Sebalai,” ungkap Eko yang disambut aplaus para undangan yang hadir.

Sebagai penutup, Segenap Pengurus dan Bapel LPJK Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan Selamat dan Sukses atas dianugerahkannya Darjah Kebesaran Kerajaan Amantubillah oleh Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim MSc kepada Ir. Bride Suryanus Allorante, MM, MT selaku Ketua Pengurus LPJK Provinsi Kalimantan Barat bergelar Dato Sri Nata Astana.

Sumber: BeritaSatu/ http://lpjkkalbar.net/?q=article/ketua-pengurus-lpjk-terima-gelar-adat-kerajaan-amantubillah

Sumber:

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site