Published On: Wed, Nov 21st, 2012
Uncategorized | By admin

MENELUSURI JEJAK PEJUANG TORAJA

Share This
Tags

Bedah Film DARAHKU MERAH BUKAN HITAM. Pejuang atau Pemberontak?


Judul Film : DARAHKU MERAH BUKAN HITAM. Pejuang atau Pemberontak?
Sutradara : Belo Tarran
Produksi : Eagle Mutiara Production
Ide Film : Pejuang Toraja yang dilupakan,oleh karena pihak Zendeling dan Pemerintah Kolonial Belandan mencap sebagai Pemberontak.
Film Statement : Menceritakan sosok Buyang, Ne’Matandung, Tandibua’,Pong Massangka,Pong Arung beserta sahabat-sahabatnya dalam menentang penjajahan Belanda di Onder Affdeling Rantepao.

TCN.com — TERCAPAINYA kemerdekaan Negara Republik Indonesia tidak lepas dari pengorbanan para pejuang yang rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sudah selayaknyalah bila generasi sekarang memberi penghargaan pada mereka yang telah berkorban dalam melakukan perlawanan tehadap pemerintah Hindia Belanda.

Setiap pemimpin lokal di daerah menyambut kehadiran Belanda dengan mengangkat senjata sebagai bentuk perlawanan mereka.

Toraja sebagai salah satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia juga melakukan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda. Ikrar Buntu Pune atau perjanjian Buntu Pune yang dilakukan oleh Pongtiku dan kawan kawannya adalah awal kesepakatan pemimpin lokal di Toraja untuk melawan Belanda. Sekalipun tidak semua peserta dalam ikrar buntu pune itu melakukan perlawanan secara heroik atau mengangkat senjata seperti yang dilakukan oleh Pongtiku, Bombing dan Wa’ saruran namun sesungguhnya kehadiran serdadu Belanda mengusik ketenangan para pimpinan lokal di Toraja.

Kematian Pongtiku ditangan serdadu Belanda adalah sebuah bukti bahwa Pemerintah Hindia Belanda tidak menginginkan adanya masyarakat Toraja yang menentang kedatangan mereka agar rencana perluasan wilayah jajahan Belanda berjalan dengan mulus. Namun sebaliknya sepuluh tahun pasca terbunuhnya Pongtiku ditangan Belanda, ternyata menimbulkan dendam bagi kawan kawan Pongtiku.

Poster Pemutaran Film


“Untendanni Salu Sa’dan” adalah sebuah semboyan bagi kawan kawan Pongtiku untuk melakukan perlawanan dan pembalasan pada Pemerintah Hindia Belanda. Dibawah komando pimpinan kepala kepala kampung di Toraja seperti Ne’ Matandung, Pong Masangka, Ne’ Rego (buyang), Tandi Bua’ dan Pong Arung maka tersusunlah rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap Brower seorang pemimpin Belanda yang berkuasa dan ditugaskan dalam wilayah onderafdeling Rantepao.

Namun sangat disayangkan rencana pembunuhan terhadap Contreleur Brower ketika itu tidak berlanjut akibat keberedaan istri Contreleur Brower yang sedang hamil tua sehingga rencana pembunuhanpun tertunda. Tertundanya pembunhan terhadap Contreleur Brower itu karna adanya kekuatiran para pejuang bahwa jika pembunahan tetap dipakasakan maka istrinyapun akan ikut tewas, sementara hal demikian sangat bertentangan dengan adat istiadat dan prinsip para pejuang. Kegagalan pembunuhan tehadap Brower itu melahirkan peristiwa Bori’ pada Juli tahun 1917 dimana ketika itu seorang misonaris A. A Van De Loosdrehct tewas ditangan mereka. Pembunuhan terhadap A. A Van De Loosdrehct pun terjadi karna masyarakat Toraja belum dapat membedakan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan Misionaris. Para pejuang saat itu hanya mengenal mata putih adalah penjajah.

Kematian A. A Van De Loosdrehct menimbulkan peperangan antara Pemerintah Hindia Belanda dan pimpinan kepala kampung yang tergabung dalam rencana pembunuhan Contreleur Brower. Perlawanan para pejuang ketika itu dapat ditumpas oleh Belanda dan mereka yang melakukan perlawanan ditangkap dan di buang atau diasingkan ke luar daerah Toraja.

Sementara itu pihak pemerintah Hindia Belanda terus melakukan doktin dan menyebarluaskan berita bahwa mereka yang melakukan pembunuhan terhadap A. A Van De Loosdrehct adalah pemberontak atau kelompok yang menolak Zending. Sampai hari ini doktrin tersebut masih melekat dalam kalangan masyarakat toraja bahkan memasuki kalangan Gereja.

Sangat ironis bila sampai hari ini belum ada pihak yang mencoba mengangkat kisah ini dan meluruskan sejarah tentang latarbelakang terbunuhnya A. A Van De Loosdrehct di Bori’ pada tahun 1917. Sesungguhnya kematian A. A Van De Loosdrehct ditangan para pejuang bukanlah karna mereka menolak injil namun keberadaaan dan kondisi saat itulah yang mengantar nyawa sang misionaris tersebut tewas ditangan para pejuang Toraja.

Bercermin pada waacana di atas maka Gerakan Pemuda Pelajar dan mahasiswa Toraja mencoba untuk mengangkat kisah ini dalam dalam sebuah karya dalam bentuk film “DARAHKU MERAH BUKAN HITAM” yang diproduseri oleh sdr Belo Tarran.

Tujuan dari Bedah Film ini hanya semata mata untuk menyatukan persepsi agar tidak terjadi multi tafsir akan pembunhan Antoni Aris Van De Loosdrecth dan sebagai penghargaan kepada para pejuang Toraja yang telah berkorban demi mempertahankan keutuhan Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo bahkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemutaran dan bedah film ini diadakan di tiga tempat :
1. Makassar, Jumat 30 Nevember 2021 di Balla Tamalanrea pkl 13.00 wita
2. Makale, Kamis 06 November 2012 di Pantan City Hotel pkl 13.00 wita
3. Rantepao. Sabtu 08 November 2012 di Art Centre pkl 13.00 wita
Sebagai nara sumber dalam bedah film :
1. Prof. Sampe Paembonan., MA
2. Prof. Edward L. Poelinggomang., M.Si

Geppmator mengundang seluruh masyarakat Toraja untuk hadir pada kegiatan bedah film “DARAHKU MERAH BUKAN HITAM” ini. Sebuah kisah yang akan mengungkap sejarah perlawanan kawan kawan Pongtiku yang dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda. Perjuangan mereka kini terkubur oleh dogma yang keliru akibat kuatnya doktrin pemerintah Kolonial Belanda yang berkuasa pada saat itu.

Oleh: Frans Bore Sampe Padang

Displaying 14 Comments
Have Your Say
  1. Recana pembunuhan terhadap Brower karena istrinya hamil itu tidak terlalu kuat. Berhubung pada saat yang sama istri dari Anton juga hamil.

    Sementara Anton dan Ida sendiri cukup dekat dengan masyarakat Toraja – menurut surat2 dari Anton dan Ida.

  2. Recana pembunuhan terhadap Brower karena istrinya hamil itu tidak terlalu kuat. Berhubung pada saat yang sama istri dari Anton juga hamil.

    Sementara Anton dan Ida sendiri cukup dekat dengan masyarakat Toraja – menurut surat2 dari Anton dan Ida.

  3. love toraja says:

    betul…saya juga perneh membaca buku rangkuman surat2 Anton dan istrinya yang menyatakan klo pongtiku dkk melakukan perlawan karena pemerintah hindia belanda melarang perjudian dan perdagangan budak yang marak terjadi di toraja pada saat itu

  4. love toraja says:

    betul…saya juga perneh membaca buku rangkuman surat2 Anton dan istrinya yang menyatakan klo pongtiku dkk melakukan perlawan karena pemerintah hindia belanda melarang perjudian dan perdagangan budak yang marak terjadi di toraja pada saat itu

  5. ronald says:

    “Pembunuhan terhadap A. A Van De Loosdrehct pun terjadi karna masyarakat Toraja belum dapat membedakan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan Misionaris.”

    sangat tidak mendasar… hal ini memiliki 2 arti :

    (1). betapa bodohnya masy. toaja(yg penulis anggap sbg pejuang toraja). td bisa membedakan seorang misionaris yg setiap hari mengajar dan memberitakan injil. INI KONYOL!!!

    (2). …atau memang yg penulis sebut sbg pejuang toraja ini para penguasa lokal yg takut kehilangan kekuasaannya, juga karena pemerintah hindia belanda melarang perjudian dan perdagangan budak yang marak terjadi di toraja pada saat itu.

    (3) jadi tdk usah mengarang cerita dihubung2kan. KONYOL!!!

    INTINYA BERSUKURLAH MISIONARIS BELANDA yg telah membawa KABAR BAIK, KABAR KESELAMATAN UNTUK TORAJA. muliakan TUHAN jauh lebih berharga dr mendewa2kan para pemberontak (pejuang apaan itu!!!)

  6. ronald says:

    “Pembunuhan terhadap A. A Van De Loosdrehct pun terjadi karna masyarakat Toraja belum dapat membedakan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan Misionaris.”

    sangat tidak mendasar… hal ini memiliki 2 arti :

    (1). betapa bodohnya masy. toaja(yg penulis anggap sbg pejuang toraja). td bisa membedakan seorang misionaris yg setiap hari mengajar dan memberitakan injil. INI KONYOL!!!

    (2). …atau memang yg penulis sebut sbg pejuang toraja ini para penguasa lokal yg takut kehilangan kekuasaannya, juga karena pemerintah hindia belanda melarang perjudian dan perdagangan budak yang marak terjadi di toraja pada saat itu.

    (3) jadi tdk usah mengarang cerita dihubung2kan. KONYOL!!!

    INTINYA BERSUKURLAH MISIONARIS BELANDA yg telah membawa KABAR BAIK, KABAR KESELAMATAN UNTUK TORAJA. muliakan TUHAN jauh lebih berharga dr mendewa2kan para pemberontak (pejuang apaan itu!!!)

  7. toraja says says:

    kalau masy. Toraja mengahargai para misionaris yg telah rela mati untuk membawa kabar baik utk toraja lebih baik
    bangun MONUMEN BESAR itu MISIONARIS yg kalian bunuh A. A Van De Loosdrehct. supaya dikenang.

  8. toraja says says:

    kalau masy. Toraja mengahargai para misionaris yg telah rela mati untuk membawa kabar baik utk toraja lebih baik
    bangun MONUMEN BESAR itu MISIONARIS yg kalian bunuh A. A Van De Loosdrehct. supaya dikenang.

  9. kiki says:

    Mnrt saya semua bisa dianggap benar adanya..sapa yg bisa buktikan mana benar,mana salah??
    1. Org toraja tdk bsa bedakan misionaris dan penjajah : wajar..kita jgn pake “kacamata” kita skrg..org dlu msh terbelakang jd mnrt saya masuk akal kalo mrk “salah bunuh” org.
    2. Penguasa lokal takut kehilangan kekuasaannya?ya memang gitu..pongtiku,dkk memang berjuang kan krn itu..belanda ingin hapus perbudakan,judi,dll..jd wajar penguasa2 lokal takut kekuasaannya berkurang
    3. Biarlah sejarah itu tetap tersimpan…bersyukur lah krn kita hidup krn ajaran Kristen yg luar biasa, disisi lain hilangkan praduga2 tersangka pembunuhan tersebut krn Tuhan pasti sdh mengampuni mereka.

  10. kiki says:

    Mnrt saya semua bisa dianggap benar adanya..sapa yg bisa buktikan mana benar,mana salah??
    1. Org toraja tdk bsa bedakan misionaris dan penjajah : wajar..kita jgn pake “kacamata” kita skrg..org dlu msh terbelakang jd mnrt saya masuk akal kalo mrk “salah bunuh” org.
    2. Penguasa lokal takut kehilangan kekuasaannya?ya memang gitu..pongtiku,dkk memang berjuang kan krn itu..belanda ingin hapus perbudakan,judi,dll..jd wajar penguasa2 lokal takut kekuasaannya berkurang
    3. Biarlah sejarah itu tetap tersimpan…bersyukur lah krn kita hidup krn ajaran Kristen yg luar biasa, disisi lain hilangkan praduga2 tersangka pembunuhan tersebut krn Tuhan pasti sdh mengampuni mereka.

  11. Mnk says:

    Akur dgn komentar di atas sya,sedikit tambahan :
    -Perjuangan Indonesia jaman sblm proklamasi( bukan hanya toraja ) dengan objektif bisa sy ktakan bukan memperjuangkan Indonesia/Toraja , tapi memperjuangkan kepentingan masing2..
    -Pong Massangka dkk bersalah krn membunuh missionaris? , bahkan seandainya Brower yg dibunuh pun mereka tetap bersalah ;-)
    tapi bukan berarti keturunan Pong Massangka dkk harus dilihat sebelah mata, ini sebenarnya yg harus diluruskan di kalangan Gereja. Keturunan PKI saja punya hak berpendapat yg sama sekarang ini ( salut untuk mendiang Gus Dur )

  12. Mnk says:

    Akur dgn komentar di atas sya,sedikit tambahan :
    -Perjuangan Indonesia jaman sblm proklamasi( bukan hanya toraja ) dengan objektif bisa sy ktakan bukan memperjuangkan Indonesia/Toraja , tapi memperjuangkan kepentingan masing2..
    -Pong Massangka dkk bersalah krn membunuh missionaris? , bahkan seandainya Brower yg dibunuh pun mereka tetap bersalah ;-)
    tapi bukan berarti keturunan Pong Massangka dkk harus dilihat sebelah mata, ini sebenarnya yg harus diluruskan di kalangan Gereja. Keturunan PKI saja punya hak berpendapat yg sama sekarang ini ( salut untuk mendiang Gus Dur )

  13. yoan says:

    Luruskan dulu pemikiran Tentang Pemberontak… Pada saat itu belanda mengatakan mereka adalah pemberontak karena mereka melawan belanda. apakah orang toraja pada saat itu mengatakan orang2 itu adalah pemberontak!!!! karena melawan belanda!!??? kalau sekarang kita mengatakan mereka pemberontak betapa BODOHNYA KITA… bagaimana dengan meraka yang diluar toraja melawan belanda yang telah di cap pahlawan yang notabennya juga melawan belanda!!!
    apapun motifnya mereka tidak ingin dijajah oleh belanda,.. mereka adalah pejuang.. dan mereka memberontak(pemberontak) terhadap belanda… untuk kematian A. A Van De Loosdrehct pada saat itu adalah wajar akibat dari sebuah perjuangan… mereka tidak pernah berfikir membununya adalah dosa karena toraja pada saat itu masih memiliki kepercayaa “aluk todolo”…. mari ambil sisi baiknya… mereka yang melawan belanda bukan pemberontak… kepercayaan yang dibawah oleh A. A Van De Loosdrehct meri kita jalani tanpa mempersolakan kematiannya… karna semua sudah diatur dan indah pada waktunya……
    Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo…

  14. yoan says:

    Luruskan dulu pemikiran Tentang Pemberontak… Pada saat itu belanda mengatakan mereka adalah pemberontak karena mereka melawan belanda. apakah orang toraja pada saat itu mengatakan orang2 itu adalah pemberontak!!!! karena melawan belanda!!??? kalau sekarang kita mengatakan mereka pemberontak betapa BODOHNYA KITA… bagaimana dengan meraka yang diluar toraja melawan belanda yang telah di cap pahlawan yang notabennya juga melawan belanda!!!
    apapun motifnya mereka tidak ingin dijajah oleh belanda,.. mereka adalah pejuang.. dan mereka memberontak(pemberontak) terhadap belanda… untuk kematian A. A Van De Loosdrehct pada saat itu adalah wajar akibat dari sebuah perjuangan… mereka tidak pernah berfikir membununya adalah dosa karena toraja pada saat itu masih memiliki kepercayaa “aluk todolo”…. mari ambil sisi baiknya… mereka yang melawan belanda bukan pemberontak… kepercayaan yang dibawah oleh A. A Van De Loosdrehct meri kita jalani tanpa mempersolakan kematiannya… karna semua sudah diatur dan indah pada waktunya……
    Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo…

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site