Published On: Tue, Jul 26th, 2011
Uncategorized | By admin

Tebang Dua Bambu, Silas Sesa Dipenjara 21 Hari

Share This
Tags

Ilustrasi

MAKALE (TCN) – Silas Sesa, 60, warga Dusun Buttang, Kelurahan/Kecamatan Malimbong, Kabupaten Tana Toraja, masih tidak mengerti mengapa dituduh mencuri dua batang bambu miliknya dan dipenjara 21 hari di Rutan Makale.

Dalam sidang kasus pencurian dua batang bambu yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makale, kemarin, Silas Sesa membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. “Dua batang bambu itu milik saya dan ditanam di kebun dekat rumah. Saya tidaktahumengapasampai dituduh mencuri bambu saya,” ujarnya,dikutip Koran Sindo, kemarin.

Silas Sesa menjelaskan,dua batang bambu yang ditebang pada Juni tahun lalu dipakai memperbaiki kandang ternak miliknya yang rusak. Namun, ironisnya kasus pencurian dua batang bambu itu sedang dalam persidangan di PN Makale dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Makale Wahyudi yang ditemui SINDO di PN Makale, membenarkan terdakwa sempat mendekam di penjara selama 21 hari.Penahanan dilakukan karena perbuatan terdakwa memenuhi unsur Pasal 362 KUH Pidana tentang Pencurian karena mengambil barang bukan miliknya.

“Selama masa penahanan 21 hari itu, terdakwa mendekam di Rutan Makale.Terdakwa dikhawatirkan tidak kooperatif selama proses penyidikan,”ujar dia. Pada persidangan perdana di PN Makale,beberapa pekan lalu, ketua majelis hakim mengalihkan status penahanan terdakwa menjadi tahanan kota. Namun begitu, perkara pencurian dua batang bambu itu masih tetap berlanjut di PN Makale.“Terdakwa sudah berstatus sebagai tahanan kota sambil menunggu putusan pengadilan,”ujar dia.

Setelah sidang, Silas Sesa menuturkan bahwa kepemilikan pohon bambu di kebun dekat rumahnya, sebelumnya bersengketa antara keluarga Silas Sesa dan Y Karaeng.Kedua pihak sama-sama mengklaim sebagai pemilik pohon bambu yang tumbuh di dekat rumah Silas Sesa. Sengketa ini pun pernah diselesaikan secara adat di tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan.Menurut Silas Sesa, saat penyelesaian sengketa di tingkat kecamatan pada 2008,pihak keluarga Silas Sesa dinyatakan sebagai pemilik pohon bambu yang di-sengketakan.

Syaratnya, tidak ada pihak- pihak yang keberatan dalam jangka waktu dua pekan. “Selama dua pekan setelah penyelesaian di kantor kecamatan itu tidak ada yang keberatan. Keberatan dari pihak lain datang setelah dua tahun berlalu sampai saya ditahan selama tiga pekan,”paparnya. Penasihat hukum terdakwa, Timotius Pamaru,siap mendampingi terdakwa selama proses persidangan untuk memperoleh keadilan. [joni lembang ]

Sumber: Sindo

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. sangmane says:

    Hebat…………….orang Toraja sudah ikut2tan dengan carax orang jawa sana……ini masih bisah diselesaikan secara kekeluargaan kenapa harus berurusan dengan hukum.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site