Published On: Wed, Aug 3rd, 2011
Uncategorized | By admin

Ganti Rugi Lahan Bandara Toraja Bermasalah

Share This
Tags

Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan Gubernur Sulsl Syahrul Yasin Limpo meninjau lokasi lahan bandara Buntu Kuni' awal Juli.

MAKALE (TCN)– Proses ganti rugi lahan milik masyarakat yang terkena proyek Bandara Toraja di Kecamatan Mengkendek, bermasalah. Ahli waris Puang Mengkendek mempersoalkan pembayaran ganti rugi tanah Lombok Pitu Tanete di Dusun Buasan, Desa Simbuang,Kecamatan Mengkendek, seluas 30 hektare (ha).

Pasalnya, ganti rugi tanah itu diberikan kepada pihak yang tidak berhak. “Pembayaran ganti rugi tanah Lombok Pitu Tanete yang masuk lokasi proyek bandara tidak diterima ahli waris Puang Mengkendek sebagai pemilik lahan. Ganti rugi diberikan kepada pihak yang tidak berhak,” ungkap kuasa hukum ahli waris Puang Mengkendek,Anthonius T Tulak, saat menggelar jumpa pers di Kota Makale,kemarin.

Anthonius menceritakan, tanah Lombok Pitu Tanete milik Puang Mengkendek seluas 270 ha dan 30 ha di antaranya masuk dalam proyek Bandara Toraja.Namun,saat proses ganti rugi lahan, ada sekitar 53 orang yang mengklaim sebagai pemilik tanah. Bahkan 11 di antaranya sudah menerima pembayaran ganti rugimencapaiRp6miliar.Sementara itu, pihak ahli waris Puang Mengkendek sebagai pemilik sah,tidak menerima sepeser pun pembayaran ganti rugi lahan.

“Proses pembebasan lahan bandara tidak transparan karena ahli waris Puang Mengkendek tidak pernah diundang,baik kegiatan sosialisasi maupun negosiasi harga,”ujar Anthomius. Dia mengatakan, ahli waris Puang Mengkendek akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, baik pidana maupun perdata.

Bahkan, ahli waris sudah melaporkan persoalan pembayaran ganti rugi lahan Lombok Pitu Tanete yang diterima pihak yang tidak berhak ke polisi. Laporan ahli waris Puang Mengkendek tertuang dalam laporan polisi No LP/208/ VIII/2011/Poldasulsel/ResTato r tertanggal 2 Agustus 2011.Pihak ahli waris Puang Mengkendek juga sudah memasang papan peringatan di lokasi tanah Lombok Pitu Tanete yang masuk proyek lokasi bandara.

“Ahli waris bukan menghalangi pembangunan bandara, tetapi menuntut haknya yang diterima pihak yang tidak berhak. Ahli waris mendukung adanya bandara, tetapi hakhak ahli waris jangan diabaikan,” paparnya. Salah satu ahli waris Puang Mengkendek, Alex Tangke Lembang,menyatakan bahwa 11 orang yang sudah menerima pembayaran ganti rugi pembebasan tanah Lombok Pitu Tanete bukan ahli waris Puang Mengkendek, melainkan hanya penggarap dan penjaga lahan.

“Ahli waris Puang Mengkendek meminta pembayaran ganti rugi tanah Lombok Pitu Tanete yang masuk proyek bandara dihentikan sebelum persoalan sengketa selesai,”ungkapnya.

Penasihat bupati bidang hukum, Yohanis Kundang,mengatakan, pembayaran ganti rugi lahan kepada pemilik lahan yang masuk dalam pembebasan lahan bandara yang dilakukan – Pemkab Tana Toraja berdasarkan data yang akurat dan buktibukti kepemilikan yang sah. “Kalaupun ada ahli waris yang merasa berhak menerima pembayaran ganti rugi,sebaiknya membicarakan persoalan itu dengan pihak yang telah menerima pembayaran ganti rugi dari pemkab,”tandasnya. [joni lembang]

Displaying 3 Comments
Have Your Say
  1. Anto says:

    Kalau Toraja tidak ammpu menyelesaikan persoalan ini silakan di bangun di Toraja Utara..Toraja Utara siap menerima…

  2. sant... says:

    huhuhu…kapan toraja bisa maju kalau begini…sayang seribu sayang…mereka yg mengklaim tanah itu..kalo memang Puang seharusnya darmawanlah..ini kebaikan orang toraja..kalau seandainya saya saya malah bersyukur tanah saya bisa dinikmati orang lain…hehehehehe inikah wajah kita yg sesungguhnya

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site