Published On: Mon, Apr 18th, 2011
Uncategorized | By admin

9 CPNS Toraja Utara terancam tak terima SK

Share This
Tags

RANTEPAO (TCN) – Sembilan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Toraja Utara hasil seleksi 2010 terancam tidak menerima surat keterangan (SK) pengangkatan sebagai CPNS.

Hal tersebut dilakukan menyusul ditemukannya indikasi sembilan CPNS menggunakan ijazah palsu saat mendaftar pada seleksi CPNS tahun lalu. Kesembilan CPNS formasi tenaga guru tersebut menggunakan ijazah Universitas Negeri Makassar (UNM). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Toraja Utara rencananya akan menyerahkan SK pengangkatan CPNS tersebut pekan depan.Namun,jika hasil penelusuran BKD terbukti sembilan CPNS tersebut berijazah palsu, mereka langsung digugurkan.

“Jika terbukti menggunakan ijazah palsu, kami akan membatalkan SK pengangkatan mereka,” ungkap Kepala BKD Toraja Utara Yosephina S Pali kepada harian Sindo Jumat (15/4).
Kesembilan CPNS itu merupakan lulusan formasi tenaga guru.Dua di antaranya CPNS guru teknologi informatika komputer (TIK), dan tujuh CPNS pendidikan guru sekolah dasar (PGSD).Saat ditanya identitas kesembilan CPNS tersebut, dia menolak membeberkan.

Dugaan penggunaan ijazah palsu sembilan CPNS ini mencuat saat Badan Kepegawaian Nasional (BKN) meneliti berkas CPNS yang dinyatakan lulus tes.BKN kemudian menyurati BKD Toraja Utara memberitahukan tentang indikasi sembilan CPNS yang semuanya lulusan UNM menggunakan ijazah palsu. Menindaklanjuti surat BKN, BKD Toraja Utara kemudian melakukan klarifikasi ke UNM mengenai keaslian ijazah sembilan oknum CPNS itu.

“Melalui surat yang kami terima dari pihak UNM, mereka menyatakan sembilan oknum CPNS itu benar menggunakan ijazah palsu. Namun, pihak UNM membantah mengeluarkan ijazah dengan nomor seri sesuai ijazah yang dimiliki sembilan oknum CPNS itu,”papar dia. BKD Toraja Utara masih menunggu keputusan BKN terkait dugaan penggunaan ijazah palsu sembilan CPNS itu.

UNM Bantah
Pihak UNM membantah keterlibatan internal kampus dalam sindikat pemalsuan ijazah yangditemukandiberbagaidaerah, termasuk di Toraja Utara. Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNM Kamaruddin mengatakan, pelaku pemalsuan ijazah tidak mengetahui sistem administrasi yang berlaku di UNM.Kecil kemungkinan sindikat pemalsuan ini melibatkan internal kampus.

Dia mengungkapkan,beberapa ijazah yang ketahuan palsu lantaran nomor register ijazah tidak sesuai jurusan.Selain itu, pelaku membuat ijazah jurusan tertentu yang justru tidak ada di UNM.Kamaruddin mencontohkan, pelaku yang membuat ijazah jurusan teknologi pertanian. Padahal, di UNM tidak ada jurusan tersebut.

“Ini kan sudah jelas bahwa pelaku tidak mengetahui kondisi UNM. Kalau yang melakukan itu orang dalam kampus, tentu dia tahu jurusan dan fakultasnya” ujarnya. Kendati demikian,pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap sindikat pemalsuan ijazah tersebut. Pihaknya siap mendukung langkah polisi yang ingin menyelidiki kasus ini,khususnya ijazah UNM,termasuk jika ada oknum internal kampus yang terlibat. UNM juga mendorong agar kasus ini diselesaikan secara hukum karena merupakan tindak pidana. [joni lembang/ syamsu rizal]

Sumber: Sindo

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. alto says:

    Seyogianya pihak BKD Torut melaporkan ke polisi kasus indikasi pemalsuan Ijazah tersebut. Kalau lambat diproses seolah-olah membiarkan orang melakukan tindak pidana.

  2. Ampera Matippanna says:

    Jika benar Ijasah palsu yang digunakan, maka seharusnya BKD tidak perlu menuggu,langsung bertindak tegas karena dengan mengulur-ulur waktu berarti memberi ruang untuk terjadinya “negosiasi”
    Ada dua hal yang perlu disikapi dalam kasus ini. Pertama jika terbukti benar menggunakan ijasah palsu, maka ini adalah perbuatan pidana yang harus diselasaikan melalui peradilan umum. artinya haknya sebagai CPNS gugur karena tersandung perbuatan pidana.
    Kedua adalah menyangkut etika profesional aparatur pemerintahan. Sudah tahu bahwa oknum CPNS itu telah melakukan perbuatan pidana, masih di beri ruang untuk menjadi CPNS. Baru mau menjadi calon CPNs aja udah berani berbuat , apalagi kalau udah di dalam.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site