Published On: Fri, May 31st, 2013
Uncategorized | By admin

Tari Kolosal Warnai Puncak Yubelium 75 Tahun Gereja Katoli di Toraja

Share This
Tags

Pawai Umat Katolik di Plaza Makale pada puncak perayaan 75thn Yubelium Gereja Katolik di Toraja. Foto: Tabloid Kareba

MAKALE — Puncak perayaan Yubelium 75 tahun Gereja Katolik masuk ke Toraja, berlangsung meriah di kolam Makale, Jumat, 31 Mei kemarin. Acara ini, selain diikuti ribuan umat Katolik se Kevikepan Toraja, juga menampilkan tari tradisional secara kolosal yang melibatkan sekitar 500 penari wanita.

Selain itu, juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik maupun pakaian tradisional Toraja, yang dibawakan oleh paroki-paroki yang berada di Tana Toraja dan Toraja Utara. Juga ditampilkan parade lettoan.
Lettoan adalah sebuah benda yang dibuat dari bambu dan papan, yang mirip dengan miniatur lumbung padi. Dalam budaya Toraja, saat orang merayakan syukuran, lettoan ini diisi dengan hewan kurban, padi, maupun hasil bumi lainnya dan dipikul serta diarak oleh berapa laki-laki.

Puncak perayaan Yubelium 75 tahun Gereja Katolik di Toraja ini kelihatan dirancang secara inkulturatif dimana gereja bisa menyatu dengan budaya maupun kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat.
Menurut pantauan Palopo Pos, acara yang sempat membuat macet arus lalulintas di kota Makale ini, dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada’. Awalnya belasan ribu umat Katolik berkumpul di area kolam Makale. Kemudian mereka melakukan perarakan menuju ke gereja Katolik Hati Maria Tak Bernoda, Makale, tempat pelaksanaan misa syukur.

Misa meriah dipimpin secara konselebrasi oleh belasan imam. Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, terlihat hadir dalam acara itu.
Ketua Panitia Yubelium 75 Tahun Gereja Katolik Masuk Toraja, Anthon Toding, kepada Palopo Pos, menjelaskan acara puncak ini merupakan penutupan dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh umat Katolik se Tana Toraja dan Toraja Utara, sejak 6 Mei lalu. Tari tradisional kolosal dan pertunjukan seni budaya, kata Anthon, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa gereja bisa menyatu dengan budaya masyarakat.
Anthon, yang juga Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Pengelola Keuang dan Aset Daerah (DPPKAD) Tana Toraja ini, menjelaskan dalam rangkaian pesta Yubileum 75 tahun, panitia menggelar berbagai kegiatan, antara lain kegiatan sosial kepada umat serta pagelaran musik liturgi atau lagu-lagu gereja, juga pagelaran seni budaya antar paroki se Kevikepan Toraja. Selain itu, juga dilakukan kegiatan sosial, peresmian gua Maria di Rano, Makale Selatan, dan parade drum band sekolah-sekolah Katolik.

Dikatakan Antho, selain kegiatan sosial, juga dilakukan kegiatan pendalaman iman di setiap komunitas basis gerejawi (KBG). Sedangkan pagelaran musik liturgi, lomba paduan suara antar paroki, dan festival seni dan budaya Toraja dipusatkan di gereja Katolik Makale.
Sementara itu, Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada’, menyatakan gereja Katolik mulai masuk ke Toraja sejak tanggal 6 Mei 1938, yang ditandai dengan pembaptisan empat orang warga Toraja menjadi Katolik di Tampo Mengkendek.

Sejak saat itu, gereja Katolik terus mengalami perkembangan, baik dari sisi jumlah umat maupun karya penginjilan. Adapun karya nyata yang diemban gereja Katolik diantaranya di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan perkebunan, serta misi sosial lainnya.
Uskup berharap, momentum Yubelium 75 tahun ini bisa dijadikan landasan yang kokoh dalam mengemban misi penginjilan di Tana Toraja dan Toraja. Gereja, kata Uskup, tidak berkarya untuk dirinya sendiri, tetapi harus menjadi garam dan terang bagi sesama.
“Momentum Yubelium 75 tahun ini, tidak hanya dijadikan ajang pesta tetapi harus bisa dihayati dan dijadikan landasan iman untuk terus berkarya bagi sesama manusia,” ujar pemimpin tertinggi puluhan ribu umat Katolik se Sulselbar ini. (rp6)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site